topbella

Jumat, 11 Mei 2018

FENOMENA PERANG DAGANG ANTARA AMERIKA SERIKAT DAN CHINA

Para ahli ekonomi memperingatkan bahwa dunia sedang berada di ambang perang dagang habis-habisan, yang menampilkan aksi saling balas, retorika yang memanas, dan seruan kepada WTO, yang mungkin tidak siap untuk menanggapi. Ketika permintaan runtuh, negara-negara berebut untuk mempertahankan cadangan emas mereka dengan mendevaluasi mata uang mereka, atau memberlakukan lebih banyak lagi hambatan perdagangan.
Isu perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat kembali menguat menyusul pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat. Cina mencoba mengendurkan ketegangan, namun Trump tetap bergeming.
Donald Trump berulangkali mengecam kebijakan dagang Cina dan mengancam bakal menghukum Beijing dengan menaikkan pajak impor menjadi 45%. Ia juga menuding Cina memanipulasi nilai mata uangnya sendiri untuk mengebiri daya saing produsen Amerika.
Cina pun membalas. Beijing bisa mempersulit aktivitas dagang perusahaan-perusahaan besar AS seperti Apple, General Motors dan Boeing. Selain itu ekspor kedelai AS ke Cina pun bisa terganggu. Khususnya ekspor produk agrikultur menjadi kepentingan petani AS yang sebagian besar memilih Trump. (www.dw.com diakses tanggal 10 Mei 2018)
APA ITU PERANG DAGANG?
Kamus mengatakan bahwa itu adalah “sebuah konflik ekonomi di mana negara memberlakukan pembatasan impor satu sama lain, untuk merugikan perdagangan satu sama lain.” Hal ini sama dengan yang dilakukan Trump dan pembalsan yang dilakukan Cina.
Eskalasi baru-baru ini memicu kekhawatiran bahwa Trump telah memicu perang dagang penuh, dengan menunjuk China, sebagai pembalasan atas pencurian kekayaan intelektual. Tindakan saling balas oleh AS dan China atas tarif baja, seruan Trump terhadap keamanan nasional untuk membenarkan beberapa langkahnya—yang bisa membuka Kotak Pandora dari klaim serupa oleh negara lain—dan ancaman Trump untuk lebih lanjut menghukum Uni Eropa, jika Uni Eropa memberlakukan counter-duties (bantuan untuk mengimbangi dampak subsidi oleh negara pengekspor), juga menambah suasana perang dagang. (Diberitakan oleh www.time.com 27 Maret 2018)
APA YANG TELAH DILAKUKAN AMERIKA SERIKAT?
Dia memberlakukan tarif hingga $60 miliar dari produk yang belum ditentukan, yang diimpor dari China, sebagai pembalasan atas apa yang ia sebut sebagai pencurian kekayaan intelektual selama puluhan tahun. Dia memberlakukan tarif 25 persen dan 10 persen, masing-masing, pada impor baja dan aluminium, yang mendorong China untuk mengatakan bahwa negaranya dapat membalas dengan tarifnya sendiri. Walau ia sementara mengesampingkan para sekutu—termasuk Uni Eropa—dari tarif logam, namun ia mengharapkan mereka untuk memberikan kesepakatan kepada AS, untuk mempertahankan pengecualian tersebut.
APA YANG TELAH DILAKUKAN CINA?
Sejauh ini, China mengatakan akan menyerang minuman anggur, buah, pipa baja, dan ekspor lainnya dari AS senilai $3 miliar, dengan tarif. Kecemasan yang lebih besar bagi AS adalah bahwa China—yang merupakan kreditur terbesar AS—akan mengurangi pembelian obligasi sebagai pembalasannya. Duta Besar China untuk AS tidak mengesampingkan opsi tersebut. Negara-negara lain belum melakukan pembalasan untuk tarif baja dan aluminium tersebut—yang mulai berlaku pada tanggal 23 Maret—sebagian besar karena Trump sementara mengecualikan banyak di antara mereka.
Namun, Uni Eropa tidak senang, dan memperingatkan akan menanggapi dengan tarif 25 persennya sendiri pada barang-barang Amerika senilai $3,5 miliar, khususnya merek AS yang ikonik yang diproduksi di negara yang merupakan bagian dari basis politik Trump. Daftar ini termasuk sepeda motor, celana jins biru, dan wiski bourbon. Pada gilirannya, Trump memperingatkan bahwa ia akan mengenakan penalti sebesar 25 persen pada impor mobil Eropa, jika Uni Eropa melakukan ancamannya.
KAITANNYA DENGAN TEORI
Teori Heckscher-Ohlin memprediksi bahwa negara-negara akan mengekspor barang-barang yang membuat penggunaan intensif terhadap faktor-faktor yang secara lokal melimpah, sementara impor barang yang membuat penggunaan intensif terhadap faktor-faktor yang secara lokal langka. Teori Heckscher-Ohlin berpendapat bahwa pola perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam faktor pendukung, daripada perbedaan produktifitas. Seperti Amerika Serikat yang telah lama menjadi eksportir besar barang-barang pertanian, mencerminkan sebagian kelimpahan yang tidak biasa dari tanah yang subur.
Teori Neomerkantilis menyamakan kekuasaan politik dengan kekuatan ekonomi dan kekuatan ekonomi dengan surplus neraca perdagangan. Para politikus berpendapat bahwa banyak negara telah mengadopsi strategi neomerkantilis yang dirancang untuk secara bersamaan meningkatkan ekspor dan membatasi impor. Misalnya, politikus menuduh bahwa China sedang mengejar kebijakan neomerkantilis, sengaja menjaga nilai mata uangnya terhadap dollar AS supaya menjual lebih banyak barang ke Amerika Serikat, dan dengan demikian mengumpulkan surplus perdagangan dan cadangan devisa (Hill et al, 2014:hlm 189)
DAMPAK BAGI PERDAGANGAN DUNIA
Lantaran sikap proteksionisme Amerika Serikat (AS), pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 gagal mencapai kesepakatan untuk menjaga komitmen perdagangan internasional yang saling menguntungkan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, sikap proteksionisme AS akan berdampak buruk kepada kondisi ekonomi internasional. Apalagi bila kebijakan itu mulai ditiru negara-negara lainnya.
"Yang terjadi adalah perang dagang dan mungkin perang mata uang yang pasti sifatnya akan destruktif ke semua negara," ujar perempuan yang kerap disapa Ani itu saat konferensi pers, Jakarta, Rabu (22/3/2017).(Diberitakan oleh Kompas.com22 Maret 2017)
Perang dagang yang digulirkan AS dan China dapat memberikan dampak yang sangat buruk terhadap perekonomian dunia. Hal ini diungkapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO). Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo, seperti dikutip dari BBC, Minggu (1/4/2018), mengatakan ada risiko bahwa perang dagang akan sebabkan anjloknya pertumbuhan ekonomi global. Komentar Azevedo tersebut sejalan dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dengan China, ditandai penerapan tarif impor antara kedua negara tersebut. "Saat ini WTO mengalami salah satu periode terberatnya," jelas Azevedo. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor terhadap barang-barang impor dari China dengan total nilai sekira 60 miliar dollar AS. (Diberitakan oleh Kompas.com 01 April 2018)
Beijing pun merespon dengan menyatakan tidak takut dengan perang dagang yang diserukan Trump, namun menuntut negosiasi harus tetap dilakukan.
Azevedo menyebut, meskipun perang dagang global belum diinisiasi, namun dunia sudah melihat tanda-tanda pertama kekhawatiran tersebut. Awal bulan ini, AS mengumumkan pengenaan tarif impor untuk produk baja dan alumunium dari sejumlah negara, termasuk China. Beijing pun membalas dengan rencana pengenaan tarif impor untuk produk-produk AS. Menurut Azevedo, skala kehancuran yang diakibatkan dari perang dagang tergantung dari arah perang dagang itu sendiri.
Pemerintah Amerika Serikat mengakui, ada risiko terjadinya perang dagang yang sesungguhnya dengan China. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin. "Ada potensi (terjadinya) perang dagang," jelas Mnuchin seperti dikutip dari CBS News, Sabtu (7/4/2018). Pernyataan Mnuchin tersebut kemudian membuat indeks saham AS anjlok pada perdagangan Jumat (6/4/2018) waktu setempat. Indeks Dow Jones anjlok lebih dari 570 poin atau 2,3 persen. "Kita tahu akan ada beberapa fluktuasi, namun pada saat yang sama Presiden menyatakan cukup adalah cukup. China harus mengubah praktik ilegal dan tak adil yang selama ini mereka lakukan," sebut Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders. (Diberitakan oleh kompas.com 01 April 2018)

Referensi

Buku :
Hill, C. W., Wee, C. H., & Udayasankar, K.. 2014. Bisnis Internasional : Perspektif Asia. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.

Website :
http://pepnews.com/2018/03/25/perang-dagang-amerika-serikat-tiongkok-pun-mulai-berkobar/
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/15/141500626/perang-dagang-as-china-memanas
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/03/130653426/trump-perang-dagang-bagus-dan-mudah-dimenangkan
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/03/22/160700626/gara-gara.as.perang.dagang.dan.perang.mata.uang.di.depan.mata.
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/08/134036926/soal-tarif-impor-as-china-siapkan-kebijakan-balasan
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160502_dunia_cina_trump
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43282850
https://m.kontan.co.id/news/efek-buruk-perang-dagang-as-china
 


 
Nita Saa© Designed by: Compartidisimo